Banten International Stadium Riwayatmu Kini

Ketika saya masuk, saya tercengang. BIS ini megah. Wajar jika menelan biaya APBD 800-an milyar. Tapi kemegahan BIS ini tenggelam oleh lingkungan yang mirip hutan. Jadi mirip Angkor Wat di Kamboja sana. Ketika hutannya ditata, muncul keanggunan dan kemegahan Angkor Wat.

Di pintu masuk, petugas dengan ramah menyambut saya. Lapangan parkirnya kecil. Ada mes karyawan dan musholla. Ketika turun dari mobil, saya kagum dengan arsitekturnya yang kokoh. Tapi, siapa yang memutuskan lokasi BIS di sini? Setahun lebih BIS tidak membawa manfaat. Saya tidak tahu, berapa dana perawatan yang harus dikeluarkan Pemprov Banten.

APBD tidak akan mungkin bisa meneruskan pembangunan BID. Sebetulnya ini tinggal finishing saja. Pintu masuk yang cuma 1 sangat berat, itu akan mengakibatkan kemacetan parah. Harus ada pintu masuk lain,l dari arah Utara, melewati Untirta di Sindangsari. Mestinya pintu masuk dari 4 arah mata angin.

Setelah saya melihat langsung BIS, kesalahannya ada pada lokasi yang tidak strategis. BIS sudah setahun bergulir jadi sia-sia, mubadzir. Kehadirannya tidak berdampak secara ekonomi dan tidak mendorong bakat-bakat anak muda Banten.

Kecuali Kemenpora mengambil alih BIS untuk jadi venue PON atau ada klub sepakbola yang mau memanfaatkan BIS sebagai basecamp. Ah, RANS FC saja kabur, ya. Malah pindah ke Solo.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==