Banten International Stadium Riwayatmu Kini

Andi Suhud Trisnahadi, Ketua Forum Ekonomi Kreatif (Fekraf) Banten mengomentari, “Venue seperti stadion bila dioperasikann untuk event, biasanya diperuntukan pertandingan olah raga atau event konser, kedua event tersebut memiliki jam khusus artinya penonton akan datang dan bubar bersamaan.”

Tentu penonton dan kendaraan akan jadi kendala. Soal parkir dan sirkulasi lalu lintasnya. Itu dibenarkan Andi, “Stadion Internasional Banten (bahasa Inggris: Banten International Stadium) adalah sebuah stadion multi-fungsi berkapasitas 30,000 kursi. Bila asumsi saat pertunjukan 70% kursi terjual saja, atau kurleb 21.000 penonton akan hadir dan bubar bersamaan, -mengingat transportasi publik yang minim- diperkirakan akan ada 15 ribuan kendaraan memenuhi parkir.”

Andi masih mengomentari soal penonton, “Kebayang mengurai kendaraan sebanyak 15ribu bersamaan di jalan Raya Pandeglang Serang, yang kalau tidak ada event saja sering macetos parah…. bisa-bisa belasan jam kendaraan akan terjebak menunggu terurai. alih alih menikmati pertunjukan, malah jadi neraka bagi pengunjung dan masyarakat.”

Memang aneh, kenapa lokasinya bisa di desa Baros. Apakah karena murah harganya? Siapa penyedia lahannya? Adakah indikasi korupsi?

Kata Andi mengakhiri, “Venue yang berlokasi di Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten, Indonesia yang diresmikan pada 9 Mei 2022 dengan anggaran Rp 874,317 miliar yang bersumber dari APBD Banten ini sepertinya akan ‘nganggur’ dalam waktu lama dan menyedot duit rakyat untuk biaya perawatannya.”

Auk, ah, gelap!

Gol A Gong

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==