Kala matahari terbit dengan cerah, aku bersama relawan Rumah Dunia yang lain, Jodi dan Naufal, berolahraga pagi dengan membereskan dan merapikan buku-buku yang ada di ruang kerja Mas Gong di Museum Literasi Gol A Gong.

“Kalau dihitung-hitung, jumlahnya sampai ribuan kali, ya. Buku-buku yang ada di Museum Literasi Gol A Gong. Belum lagi buku-buku yang ada di perpustakaan Rumah Dunia,” ucap Naufal, relawan Rumah Dunia dari Tangerang. (16/07/2023).

Di Rumah Dunia ini banyak buku. Mas Gong sendiri punya perpustakaan sendiri, satu rumah. Sekarang buku-bukunya dipindahkan ke bangunan baru yang diberikan nama “Museum Literasi Gol A Gong”. Bukunya bagus-bagud dan tentu sudah tua.
“Sengaja dipiahkan. Dulu pernah dibuka untuk umum, pada hilang buku-buku semasa kuliah dulu,” Mas Gong bercerita.

Di Rumah Dunia sendiri ada buku-buku di perpustakaan keliling, juga satu ruangan sendiri di RB 3.


