Kami meniah tahn 1996. Putri pertama lahir 1998. Kemudian yang kedia 1999. Jaraknya dekat. Selang 4 bulan, istriku hamil lagi. Untuk putra ketiga ada jarak 5 tahun, tapi setahun kemudian si bungsu lahir. Mereka sekarang sudah bertebaran. Mereka senang taveling

Saya dan istri kini di rumah. Sesekali saya juga meninggalkannya sendirian, karena tugas negara sebagai Duta Baca Indonesia. Istri saya sudah memahami, jika jiwa lelaki itu tidak bisa dikurung dalam sangkar. Kadang aku sempat berpikir, menitipkan istriku kepada keempat anak kami sementara aku menuntaskan impianku: mengelilingi dunia. Entahlah.




