Oleh Rudi Rustiadi
Selasa 27 Mei 2025, Daycare Puspaga Provinsi Banten dan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Banten menyelenggarakan acara peluncuran Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) di TPA Al-Bantani, KP3B Kota Serang. Acara berlangsung secara hybrid melalui Zoom Meeting dengan tema Orang Tua Tenang Bekerja, Anak Ceria Bersama Tamasya.


Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, Rusman Efendi yang membuka acara ini secara resmi, dalam sambutannya menjelaskan bahwa BKKBN melalui peraturan presiden telah berubah status dari badan menjadi kementerian. Rusman juga menjelaskan rogram Tamasya ini membantu orang tua yang bekerja agar anak mereka mendapatkan pengasuhan dan pemantauan tumbuh kembang.


“Manfaat Tamasya memberikan layanan pengasuhan terintegrasi, membantu orang tua yang bekerja, memastikan anak mendapatkan pengasuhan dan pemantauan tumbuh kembang, Meningkatkan kualitas pengasuhan anak usia dini. Tamasya hadir untuk memperkuat peran keluarga dalam pengasuhan, tanpa menghambat produktivitas kerja,” jelas Rusman.
Sementara Nurbaeti, ketua penyelenggara acara menyampaikan bahwa acara ini untuk memfasilitasi pemberian hak kelahiran bagi anak usia dini usia 0-6 tahun, sebagai implementasi kegiatan dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Juga mensosialisasikan dan menumbuhkan kembali kegiatan mendongeng sebagai salah satu media pengasuhan yang positif.


“Serta terciptanya sinergitas dan kolaborasi antar berbagai pihak yaitu dari instansi terkait dan juga mitra kerja lainnya, seperti Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Tenagakerja serta OPDKB dan juga TPA yang ada di Provinsi Banten,” ungkap Nurbaeti saat memberi laporan.


Kegiatan peluncuran program Tamasya ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Acara peluncuran di Provinsi Banten diisi kegiatan mendongeng dari Paman Gong dan Bunda Tias yang bercerita tentang Si Beki. Bebek Kinclong yang sakit perut karena makan tidak cuci tangan terlebih dahulu. Setelah pergi ke dokter dan minum obat Beki kembali sembuh.


Paman Gong dan Bunda Tias banyak memberikan hadiah berupa biskuit dan stiker. Tidak hanya itu mereka juga mengajak anak-anak berinteraksi. Anak-anak telihat senang dan bahagia denga acara ini. Mereka sangat antusias mengikuti.

Selain itu acara ini juga diisi dengan sosialisasi makanan bergizi dari dokter dari BKKBN dengan tema Isi Piringku. Isi piringku adalah panduan kebutuhan gizi harian seimbang, yang lahir dari perkembangan ilmu dan penyempurnaan para ahli gizi, dan disusun oleh Kementerian Kesehatan RI.


