Setiap saya bertemu Abah Apih saat kuliah S2 di FISIP UNPAD Bandung, pasti keluar wejangannya.

Walaupun anak kita tidak berbuat buruk pada suatu hari, tapi kita orangtuanya yang berbuat buruk, dalam perjalanannya anak kita nanti kena imbas dalam memperjuangkan hidupnya. Jika kita berbuat baik terus, maka perjalanan si anaknya kemungkinan akan lapang. Istilahnya ada tabungannya.
Uh, mendengar penjelasannya, saya jadi meringis. Ini ibarat buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Heuheu… Kok bisa gitu ya? Wallahu A’lam.

Halaman: 1 2

