Buku-buku yang ditulis kualitasnya jelek! Begitu respon orang-orang ketika ada komunitas literasi atau institusi pendidikan meluncurkan buku yang diterbitkan secara mandiri. Saya melakukannya jika sedang Safari Literasi, tapi tidak menghakimi. Saya berpikir, bagaimana caranya agar semangat menulis itu terjaga. Apalagi keyia tahu, banyak orang mengemis agar naskahnya diterbitkan jadi buku. Jika buku-buku yang mereka tulis, diterbitkan, kemudian ketika disebarkan kita mencaci-maki kualitasnya, saya kuatir merekaakan menyerah dan kembali berkutat ke budaya lisan.


Halaman: 1 2

