Mari kita berpikir! Jangan mengemis, a[alagi menyerah! Inilah semangat yang saya sebarkan kepada orang-orang untuk segala persoalan. Begitu juga pada persoalan kualitas buku yang banyak diterbitkan secara mandiri atau indie.

Masyarakat (guru dan pelajar) yang sudah menulis buku, biasanya saya “bedah” bukunya. Jika ada yang salah atau kualitasnya kurang, saya memberi pelatihan menulis (cerpen, novel, puisi). Saya beritahu letak kesalahannya. Seperti saat itu, Februari 2022, saya berada di SMPN Adonara, Flores Timur. Saya bersama Forum TBM dan PGRI Flores Timur menghadiri peluncuran buku antologi puisi karya siswa. Penerbitannya difasilitasi sebuah lembaga di Jakarta atau Surabaya.


Rata-rata para siswa menulis puisi dengan tema tentang sosok hero mereka seperti ini:
Ibu, kau wanita perkasa
kau wanita yang mengandungku 9 bulan
kala sakit, kau tanpa lelah merawatku
….. dst.

Verbal. Terang benderang. Tak ada yang disembunyikan. Padahal hakekat puisidalah menyembunyikan makna dan sebagai pembaca harus menemukannya secara perlahan. Hatinya harus bergetar. Saya memaklumi. Nah, di sinilah saya mulai mengenalkan cara-cara dasar menulis puisi. Akhirnya ketika praktik menulis, ada 1 puisi yang hingga hari ini masih saya ingat, ada perubahan besar:

jika hujan tiba
aku memakai payung
tadinya payungku ada dua
kini tiap hari Minggu
aku pergi ke taman
menabur bunga
kini payungku tinggal satu

Puisi ini ditulis oleh siwa keturunan Tionghoa, dimana ibunya sudah meninggal. Dia bercerita setelah mendapat pencerahan dari saya yang meminta orang tua disimbolkan dalam bentuk apa saja, dia menyimbolkannya dengan diksi “payung”.

Begitulah. Kadang sebuah komunitas, guru-guru. Rata-rata mereka menulis novel tapi sebetulnya menulis biografi. Menulis esai tapi sebetulnya menulis laporan akademik. Kita yang memiliki kemampuan cara-cara atau teknik menulis yang benar, mari, turun dan bimbing mereka.

Jika literasi baca-tulisnya masih kuantitas, kita yang berkewajiban membantu meningkatkan kapasitasnya. Itu angin segar. Perlu terus didamnpingi dan diberi pencerahan.
Gol A Gong



