Tentu kami merasa aman dan nyaman. Jika aku pulang dari tugas sebagai Duta Baca Indonesia, selalu membawa oleh-oleh cucian. Aku beri tip. Sebulan bisa 2-4 kali tip. Dan pembantu kami ini membalasnya dengan selalu mengirim berkat jika ada perayaan agama. Seperti Muludan hari ini. Pembanbtu kami mengirim berkat berisi mie, kentang, nasi, ketan, kue singkong.

Kadang saya suka menyayangkan uang dihamburkan untuk membuat berkat. Pasti itu tidak satu atau dua berkat. Dan itu membutuhkan biaya. Tapi saya merasa persoalannya bukan di situ – bukan soal uang. Muludan bisa diartikan sebagai rasa syukur.

Kata guru ngajiku, “Ada tiga tujuan Maulid Nabi, yaitu mengingat sejarah kelahiran Nabi Muhammad, meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, dan menjalankan syariat agama Islam.”

Akhirnya saya bilang ke istriku, “Nanti diganti saja. Tapi jangan bilang bahwa itu untuk mengganti berkat. Nanti kesinggung. Bilang aja untuk jajan anaknya.”
Gol A Gong


