Masih Perlukah Muludan?

Oleh Gol A Gong

Belasan tahun yang lampau dan ini peristiwa masih terus melekat di kepalaku. Seorang kakek datang kepadaku. Dia meminjam uang Rp 100 ribu. Aku bertanya kepadanya: untuk apa, Kek? Jawab si Kakek, untuk muludan. Dia akan membeli beras dan membuat tumpeng sederhana. Aku memberinya uang. Kataku, tidak perlu dikembalikan. Aku menyarankan, lebih baik uangnya dipakai untuk makan di rumah. Aku tahu kalau si kakek itu miskin. Tapi di Banten, setiap datang muludan selalu dirayakan dengan meriah oleh masyarakat – tidak peduli dia kaya atau miskin.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==