Kami terus bergerak. Berjuang menyinari lubuk hati dan menyinari akal budi di jalan sunyi literasi ini. Perlahan namun pasti, semakin banyak yang berminat di jalan ini. Ada yang ingin masih bersama dalam satu nafas tetapi tidak sedikit juga yang ingin mengandalkan paru-parunya dan bernafas sendiri. Tugas kami tetap sama. Menjaga api dan tungku itu tetap utuh dan menyala. Jika di suatu titik ada yang lelah berjalan sendiri, masih ada api dan tungku untuk menghangatkan kopinya.

Halaman: 1 2

