Setelah sampai di lokasi acara – gedung Kantor Gubernur Maluku, aku lihat banyak peserta anak-anak yang mendominasi ruangan secara keseluruhan. Di layar depan, terpampang tulisan Hari Anak Nasional 2022 “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”. Saya akan memulai Catatan Penting dari Puncak Safari Literasi Maluku Duta Baca Indonesia – Perpusnas RI.

Ety Hattu, Ketua Panita sekaligus Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Maluku melaporkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan luring. Menu kegiatannya adalah Pentas Seni; Pembacaan Puisi, Persembahan Lagu Anak, Mendongeng, Kisah Inspiratif dari Duta Baca Indonesia, dan Quiz.


Acara dibuka oleh Denny D. Lillypory, Staff Ahli Gubernur Maluku yang mewakili Gubernur Maluku. Dia membuka dengan penuh semangat dan menyampaikan bahwa Provinsi Maluku sendiri memiliki 11 Kabupaten/Kota yang terdiri dari 9 Kabupaten dan 2 Kota. Semoga dengan kegiatan hari ini dapat memacu semangat berkarya, dan berinovasi.

Sementara Gol A Gong, Duta Baca Indonesia memberikan kata sambutan bahwa makna dari perlindungan anak bukan hanya melindungi fisiknya, tapi bagaimana pemerintah dan kita semua sebagai orang tua mampu menyediakan fasilitas dan sarana bagi anak-anak Maluku, terutama di bidang sepak bola dan menyanyi karena Maluku terkenal dengan dua hal itu.


Acara kemudian diisi dengan dongeng dari Duta Baca Indonesia, yang menceritakan kisah hidupnya, dan Lietesya Chrisela Mahulette, siswi kelas 6 SD Negeri 2 Latihan SPG Ambon, yang membawakan dongeng cerita rakyat Nen Te Idar.




