Kami berangkat dari Rumah Dunia sekitar pukul 07. 35 WIB, menyusuri rute jalan Raya Serang menuju Cikande, menghabiskan waktu sekitar 40 menitan dari Rumah Dunia sampai ke lokasi acara.

Kami kira acara sudah dimulai ketika sampai sana, ternyata baru dimulai. Akhirnya kami menunggu acara resepsinya di luar lokasi acara, sambil santai berdiskusi tentang berbagai hal.

Dalam satu obrolan, bang Salam menceritakan bagaimana prosesnya seorang Sanik yang aktif dalam organisasi bisa sampai sejauh ini, dilihat banyak sekali karangan bunga ucapan selamat atas pernikahan mereka, menandakan memang bukan sembarang orang, setidaknya ada pejabat yang dekat dengannya.

Selain itu kami juga membicarakan perihal pernikahan yang banyak dialami orang-orang, sebuah tema obrolan yang sangat menarik terlebih bagi saya yang belum menikah. Syukur-syukur dapet pengalaman dan pelajaran baru yang nantinya bisa di terapkan.

Ia menyampaikan ada sebuah hadiah yang perlu disiapkan untuk calon istri kita. Itulah yang disebut mas kawin atau mahar, selebihnya ada persiapan yang perlu diperhitungkan dengan matang. Tapi itu bukan patokan berhasil tidaknya sebuah pernikahan, karena pernikahan yang sejatinya seharusnya tidak memberatkan apalagi menyengsarakan. Ia seharusnya jadi sebuah keberkahan dan kebahagiaan untuk semua keluarga yang terlibat.

Masih dalam obrolan yang sama, menurut bang Salam, konsumsi atau parasmanan untuk tamu benar-benar harus diperhatikan, karena walau dianggap sepele namum itulah yang akan terlihat dan terasa langsung oleh orang lain, berhasil atau tidaknya acara tergantung dari sana.

Banyak hal yang kami obrolkan di tempat acara pernikahannya bang Sanik, sampai tidak terasa acara resepsi sudah selesai dan kami memutuskan untuk segera menemui mempelai dan langsung pamit pulang untuk melanjutkan kegiatan yang lainnya.
Hamzah Sutisna



