Cerpen Anak: Teman Baru di Taman Pelangi Karya Hanifa

Alya adalah seorang gadis kecil berusia enam tahun. Ia memiliki rambut hitam lurus yang selalu dikepang dua oleh ibunya setiap pagi. Wajahnya manis dengan mata bulat bening yang memancarkan rasa ingin tahu, meskipun sering menunduk karena malu. Suaranya lembut dan pelan, hampir seperti bisikan.

Ia memiliki sifat yang pemalu, sering merasa gugup saat bertemu orang baru, sehingga Alya tidak mempunyai teman. Ia lebih nyaman sendirian, tenggelam dalam dunia imajinasinya sendiri.

Alya sangat suka menggambar pelangi dan bunga. Setiap sore, ia selalu bermain sendiri di Taman Pelangi, taman penuh bunga warna-warni, dengan ayunan kayu di bawah pohon besar.

Namun, Alya tidak pernah naik ayunan atau bermain petak umpet seperti anak-anak lainnya. Ia lebih suka duduk di bangku dekat kolam dan menggambar dengan krayon warna-warni. Di atas kertas, ia menggambar pelangi, bunga, kupu-kupu, dan tokoh-tokoh khayalan yang menjadi temannya. Ia sering membayangkan punya teman bermain yang baik hati dan tidak akan menertawakan dirinya yang pendiam.

Suatu hari, seorang anak laki-laki seusianya datang ke taman itu. Namanya Algi. Ia datang dengan sepeda kecil berwarna oranye dan langsung berlari ke arah ayunan sambil tertawa riang.

Tak lama kemudian, Algi melihat Alya yang sedang menggambar. Ia menghampiri dan tersenyum. “Hai! Aku Algi. Mau main petak umpet?” katanya ceria.

Tapi Alya hanya tersenyum kecil dan kembali menunduk menggambar.

Algi bingung. Ia bertanya-tanya dalam hati, “Apa aku melakukan sesuatu yang salah ya?” Namun ia tidak menyerah.

Setiap sore, Algi kembali ke taman dan selalu mengajak Alya bermain, tapi hasilnya tetap sama. Alya hanya tersenyum dan tidak berkata apa-apa.

Beberapa hari kemudian, Algi berhenti mengajaknya bermain. Ia tetap datang ke taman, tapi hanya bermain sendiri.

Alya mulai merasa sedih dan kesepian. Ia merindukan suara Algi yang ceria. Tapi ia masih takut untuk berbicara lebih dahulu. Ia bingung bagaimana cara memulai pertemanan. Kata “hai” terasa begitu sulit diucapkan.

Suatu sore yang cerah, Alya melihat Algi duduk termenung di pinggir kolam. Pesawat kertas yang tadi ia mainkan kini mengambang di tengah air, basah dan tak bisa dijangkau.

Algi tampak kecewa. Alya memandangi wajah sedih itu dan merasa sesuatu bergerak dalam hatinya. Ia tahu rasanya bermain sendiri, dan ia tidak ingin Algi merasa seperti itu.

Dengan keberanian kecil yang ia kumpulkan, Alya membuka kotak krayonnya. Ia mengambil gambar pesawat kertas yang pernah ia buat. Perlahan-lahan, ia mendekat ke arah Algi.

Ragu-ragu, tangannya gemetar saat ia menyodorkan gambar itu. “Ini… untuk kamu,” ucapnya pelan hampir seperti bisikan.

Algi menoleh dan tersenyum lebar. “Terima kasih! Ini cantik sekali!”

Alya menunduk malu.
”Namaku ’Algy’. Masih ingat kan. Nama kamu, siapa?”
”Alya…,” suaranya pelan.
”Mau bermain petak umpet bersama sekarang?”

Alya mengangguk malu-malu. Pipinya memerah, tapi hatinya hangat.

Sejak hari itu, mereka menjadi sahabat. Mereka sering bermain bersama di taman, berlari, tertawa, bahkan menggambar bersama.

Alya mulai berani menyapa anak-anak lain juga. Ia belajar bahwa berteman tidak harus dimulai dengan kata-kata yang panjang atau keberanian besar. Kadang, cukup dengan senyum dan langkah kecil, semuanya bisa berubah.

oOo

TENTANG PENULIS: Hai! Namaku Fitri Hanifa Seplin. Sekarang aku berumur 7 Tahun. Aku suka sekali menggambar dan mewarnai. Aku juga suka bercerita. Aku belum bisa menulis cerita dengan bagus, tetapi aku memiliki seorang Tante atau yang sering kupanggil Uncun membantuku menuliskannya. Terima kasih Uncun.

CERPEN ANAK: Mulai Juni 2025 ada kategoi baru, yaitu Cerpen Anak. Tayang dua mingguan Setiap Sabtu, bergantian dengan CERPEN SABTU. Penulisnya khusus untuk anak-anak usia SD dan SMP; dia bisa saja anak kita, keponakan kita, muid-murid kita di sekolah atau cucu kita. Panjang cerpen anak cukup antara 500 – 1000 kata. Redaksi menyediakan honorarium Rp 100.000,- Sertakan foto diri, bio narasi singkat, nomor rekening bank, gambar atau 3-4 ilustrasi yang mendukung – boleh lukisan karya sendiri atau ChatGPT. Kirim ke email golagongkreatif@gmail.com dan gongtravelling@gmail.com dengan subjek Cerpen Anak. Ayo, ditunggu. Silakan dikirim. Edisi perdana 7 Juni 2025. Jangan sampai ketinggalan.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==