Burhan menghentikan motornya ketika jalan di mulut jembatan merah diselimuti kabut.
“Di sini tempatnya,” Burhan bicara sendiri. “Semua sudah di posisi, ya.”

Tiba-tiba lampu penerang mati dibarengi lolongan anjing dan suara tawa aneh. Bau daging busuk menusuk hidungnya.
Bayangan hitam berkelebat dari sisi kanan ke sisi kiri jembatan, menghilang ditelan kabut.
Burhan menoleh ketika terdengar suara gesekan kaki dan rintihan perempuan yang tercekik.

Halaman: 1 2

