Cinta dan Gerakan Reformasi (11)

Pukul 20.00, kami dari FAMU sampai di kampus ITB langsung bergabung dengan para aktivis mahasiswa yang sudah lebih dulu tiba.

Di salah satu ruangan yang dijadikan basecamp gerakan, berkumpul untuk membahas situasi faktual keadaan negara Indonesia dan melakukan serangkai aksi turun ke jalan.

“Kawan-kawan, sebagaimana kita ketahui bahwa keadaan negara kita sekarang sedang memasuki krisis moneter. Nilai mata uang rupiah yang anjlok dari 2 ribu rupiah per 1 dollar, sekarang sudah diangka 15 ribu per 1 dollar sehingga menyebabkan harga sembako melambung tinggi. Kita tidak boleh diam atas situasi ekonomi saat ini,” Demikian kata pembuka dari tuan rumah.

“Untuk itu kita harus menyikapinya dengan cara aksi turun ke jalan,” lanjutnya lagi.

“Silahkan barangkali kawan-kawan punya pendapat lain,” Ucapnya.

“Baik, kawan Muradi, saya juga berpandangan yang sama, bahwa mahasiswa tak boleh diam. kita harus bergerak. Kita mendesak kepada pemerintah untuk menyelesaikan krisis moneter ini,” Kata Fredi dari STHB.

“Tapi jangan lupa kawan, situasi politik dan hukum juga sangat mengkhawatirkan. Kita harus waspada terhadap pemerintahan yang refresif dan otoriter. Sudah ada informasi ada kawan kita di Jakarta yang hilang tak ada kabar berita. Isunya dia di culik oleh tim mawar,” Kata Irzal menimpali.

Aku hanya diam saja mendengarkan diskusi mereka. Aku yang masih semester 1 lebih senang menyimak saja. Belum banyak tahu akan persoalan bangsa yang sebenarnya.

” Baik kawan-kawan, malam ini kita rumuskan isu apa saja yang mau kita angkat dan kita pembagian tugas untuk rencana aksi besok,” Kata Ferdinan dari Unpar.

Setelah selesai merumuskan isu dan pembagian tugas untuk aksi esoknya, rapatpun dinyatakan selesai. Malam menunjukkan pukul 01.00 dini hari. Suasana kampus terasa sepi dan gelap. Hanya beberapa sudut gedung yang terang. Aku berjalan keluar menuju gerbang kampus bersama kawan-kawan lain dan kami saling berpisah menuju tempat kost an masing-masing.

Hanya aku yang tidak tinggal di kost an. Aku masih menetap di masjid kampus bersama 2 atau 3 pengurus masjid. Aku berjalan kaki dari ITB menuju Unisba. Suasana sangat sepi mencekam. Suhu dingin menambah keadaaan jadi mencekam.

Seakan ada yang mengawasi langkahku dan satu kawanku. Irzal. Kami berdua berjalan cepat dan sesekali melambat karena agak kelelahan. Anehnya tak ada air keringat yang keluar dari tubuhku. Mungkin karena suhu yang lumayan dingin.

Sampai di jalan Tamansari, Irzal berbelok menuju kost annya dan aku meneruskan berjalan kaki menuju kampus Unisba. Sendirian.

Sampai di kampus, hanya ada beberapa satpam yang sedang berjaga. Aku basa basi sebentar dan setelah mencuci ke tempat wudhu untuk berwudhu lalu melangkah ke lantai 2 menuju masjid yang sudah sepi dan gelap.

Setelah selesai sholat Isya, aku bergegas masuk ke ruangan di sebelah tempat sholat dan langsung merebahkan diri di atas karpet sederhana dan tidur berbantal tumpukan koran.

Sudah 15 menit berlalu, belum juga aku bisa terlelap tidur. Malam sudah menunjukkan pukul 2 dini hari. Badan rasanya lelah sekali, lalu aku bangkit untuk melihat keadaan sekitar dalam masjid.

Kulihat di balik jendela kaca, nampak kampus yang sangat sepi tanpa ada aktivitas manusia. Sangat kontras bila siang hari, ribuan mahasiswa hilir mudik di pelataran dan areal dalam kampus. Penuh sesak.

Malam ini aku merasa kesepian. Sungguh malam yang menyiksa. Berbagai pikiran berkecamuk dan membuat kepala ini rasanya ingin meledak saja.

“Aku yang belum tahu apa-apa, merasa ada yang salah dalam kehidupan bernegara ini. Tata kelola pemerintah yang amburadul dan korup. Diperparah dengan tindakan represif aparat. Sungguh banyak yang mengalami kesusahan terutama rakyat kecil imbas dari adanya krisis moneter dan naiknya harga bahan sembako,” pikiranku menerawang tanpa sebab.

Aku ingin tidur. Aku lelah. Aku ingin istirahat sebab esok akan datang saatnya perubahan menuju tatanan kehidupan yang lebih baik.

Bersambung ke bagian 12

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==