Oleh: Zaeni Boli
Tahun 2025 baru memasuki bulan ketiga, namun dampak kebijakan pemerintah saat ini sudah mulai dirasakan oleh banyak pihak. Kebijakan efisiensi yang diterapkan pemerintah berimbas pada banyak sektor pekerjaan, tak terkecuali pembangunan di daerah.
Dengan kebijakan efisiensi anggaran ini, hampir dapat dipastikan tidak akan ada pembangunan infrastruktur di daerah, terutama di daerah 3T yang masih sangat membutuhkan pemerataan pembangunan. Contohnya, Flores Timur yang dikabarkan akan mengalami pemotongan anggaran sekitar Rp37 miliar—angka yang besar dan pasti berdampak.

Ini baru dalam sektor infrastruktur. Bahkan BUMN-BUMN pun mulai banyak merumahkan pegawai. Dengan dampak yang begitu besar, apakah Indonesia masih bisa mencapai target Indonesia Emas, atau justru menuju Indonesia Cemas?
Entah sampai kapan kebijakan ini akan berlangsung. Besar harapan agar kebijakan yang menyengsarakan rakyat ini tidak berlangsung lama, sehingga masyarakat kecil dapat kembali bekerja dan mengais rezeki dengan layak. Jangan sampai janji politik justru menyengsarakan banyak orang.
Alangkah lebih baik jika pendidikan digratiskan daripada sekadar makan gratis. Hal ini saya simpulkan dari survei kecil yang saya lakukan di beberapa kelas tempat saya mengajar.



