Cerpen Sabtu selama 2004 didukung Ditjen Kebudayaan, Kemdikbud. Bang Hilmar Farid sebagai Dirjennya mendukung, sehingga setiap cerpen yang tayang dihonori Rp. 200 ribu. Tapi tahun 2025 setelah pemangkasan anggaran ini, untuk sementara Cerpen Sabtu tidak dihonori. Tadinya akan ada Kementerian yang mau mendukung, tapi batal karena ada pemangkasan anggaran itu tadi.
Untuk menjaga konsistensi kemunculan Cerpen Sabtu, akhirnya saya putuskan untuk mengisi Cerpen Sabatu ini dengan membuat sinopsis cerpennya, kemudian iseng saya jadikan sebagai prompt – permintaan atau instruksi yang diberikan kepada model AI atau sistem operasi.

Nah, yang kamu baca nanti adalah cerita pendek versi AI. Ingat, sinopsisnya dari saya, penulisan cerpennya oleh AI. Tentu nanti sinopsisnya akan saya simpan sebagai bank naskah dan satu persatu akan saya tuliskan jadi cerita pendek versi saya – menggunakan otak manusia.
Mari kita tetap bahagia saat berkolaborasi dengan otak mesin.
Gol A Gong


