Oleh: Jordy Al Ghifari
Hari kedua di Thailand, aku bangun kesiangan. Yang seharusnya aku sudah menjelajah banyak tempat jadi tertunda. Aku bangun siang karena aku masih kecapean dengan perjalanan menuju Thailand, Bangkok, menggendong tas ransel yang besar dan tas day pack.

Hari kedua dimulai jam 10.30 pagi. Aku, papa, serta adek pergi meninggalkan hotel. Kami berjalan menuju Phra Athit. Papa mengajak aku dan adekku untuk naik perahu menyusuri sungai Bangkok. Harga tiket per orang sekali jalan 40 baht. Papa menyuruh aku dan adekku untuk pergi berdua tanpa ditemani olehnya. Aku dan Adek Azka mulai dari Phra Athit menuju Asiatique.


Di perjalanan, aku dan Adek Azka duduk di lantai 2 kapal feri. Perjalanannya memakan waktu 1 jam 30 menit dengan cuaca terik dan panas. Tapi itu tidak membuatku mengeluh. Selama di perjalanan, aku selalu fokus dengan lingkungan sekitar. Aku amati rute jalan perahu. Dengan cara begini, aku bisa meriset lokasi, harga, jalan, dan destinasi wisata. Agar kelak ketika aku menjadi tour guide, aku sudah tahu semua informasi hasil risetku ini.


Tujuan pertama ke Asiatique. Sesampainya di Asiatique, aku dan adikku menelusuri destinasi wisata yang ada di sana. Mulai dari biang lala yang besar, coffee shop yang aesthetic, dan mencoba minuman khas Thailand, yaitu Thai tea. Rasa minuman Thai tea di Indonesia dengan di Thailand sangat jauh berbeda. Di Indonesia terlalu banyak gula atau terlalu manis. Tetapi, Thai tea di Thailand rasanya pas.
Setelah selesai menjelajahi Asiatique, aku dan Azka kembali menaiki kapal menuju destinasi berikutnya yang bernama Wat Arun. Perjalanan dari wisata sebelumnya tidak terlalu jauh, hanya membutuhkan 5 menit saja.


Sesampainya di Wat Arun, aku dan Azka membayar tiket masuk dengan harga 200 baht per orang. Kalau dirupiahkan sekitar 106 ribu. Nah, Wat Arun itu adalah kuil Buddha ikonik di Bangkok. Terkenal dengan stupa utamanya yang menjulang tinggi, dihiasi mosaik porselen dan keramik warna-warni. Itu melambangkan Gunung Meru dan Dewa Fajar, Dewa Aruna, serta menjadi salah satu spot foto paling cantik saat matahari terbit atau terbenam. Aku dan Azka menghabiskan waktu hingga menjelang sore di sana. Kami foto-foto, jajan sambil mengecas handphone, dan mengenal budaya Wat Arun.
Setelah selesai menjelajahi beberapa destinasi wisata, kami berdua pulang ke hotel dengan menggunakan tuk-tuk. Harganya 100 baht.




