Setelah pelatihan menulis fiksi mini bersama PPPI dan KBRI Azerbaijan, Rabu 11 Februari 3036, Sofia dan Dilla – mereka mahasiswa yang mendapatkan beasiswa – mengantar kami ke Old City.
Sungguh pucuk dicinta ulam tiba. Tidak pernah kuduga. Ternyata di Old City ada patung Nizami Ganjavi, penulis Novel “Layla Majenun”. Aku punya bukunya. Aku kira, Nizami kelahiran Persia. Ternyata kelahiran kota Ganja, 4 jam perjalanan dari Baku.


Aku pernah nonton filmnya. Tahun 1975, film berjudul Layla Majnun dengan bintang utama Rini S Bono sebagai Layla dan Ahmad Albar sebagai Majnun. Gara-gara Film itu, Ahmad Albar dan Rini S Bono menikah 3 tahun kemudian.
Novelnya menceritakan tentang Qays yang sangat terobsesi dengan Layla, sampai-sampai ia kehilangan akal sehatnya dan mulai berkeliaran di padang pasir, meratapi nasibnya. Karena kegilaannya itu, ia diberi julukan “Majnun,” yang berarti “gila.” Layla dipaksa menikah dengan pria lain yang bernama Ibn Salam, meskipun hatinya masih milik Majnun.


Kota Baku ini aku lihat sangat mengagungkan Nizami Ganjavi. Ada stasiun metro dan mall dengan nama Nizami. Aku acungi jempol. Kita harus mengakui bahwa Nizami penyair terbesar dalam sastra Persia dan Azerbaijan. Karyanya yang lain Berikut “Khamsa” atau “Panj Ganj” (Lima Harta Karun).

Di Indonesia ada Rumah Puisi Taufiq Ismail (RPTI) di Padang Panjang. Awalnya inisiatif Fadli Zon. Kini setelah Fadli Zon jadi Menteri Kebudayaan RI, RPTI diakuisisi oleh negara. Mestinya begitu. Di Padang harus ada Rumah Marah Roesli dan Rumah AA Navis yang dibiayai APBD Provinsi Sumatera Barat. Di Surabaya Rumah Boedi Darma. Di Banten aku sedang merintis Museum Literasi Gol A Gong (berharap Provinsi Banten lewat @andrasoni12 sebagai Gubernur Banten membiayai atau menyalurkan dana hibah).


Aku sungguh terkesan dengan eksistensi Nizami Ganjavi. Maka tidak heran jika kita Baku sangat eksotis, bangunannya (ada peninggalan Rusia dan Turki) vintage. Aku merasa kota ini adalah sebuah puisi panjang dimana aku diberikan kesempatan menuliskan baris demi baris puisinya.
11 Februari 2026
Gol A Gong
Traveler, Author



