Pada kesempatan kali ini, saya sengaja ingin menampilkan profil salah seorang guru sekolah khusus dari SKHN 01 Kota Serang, yakni rekan saya Dede Adi Faisal. Sehari-hari dia mengajar siswa kelas 11 SMALB C (tunagrahita). Sebulan terakhir dia sangat produktif menulis apa saja di sebuah portal berita. Terhitung dua tulisannya terbit dalam satu hari. Saya pikir ini adalah fantastis.

Sebenarnya banyak, rekan guru saya yang juga penulis andal. Mereka rajin mengikuti berbagai event NuBar alias nulis bareng antologi, baik berupa fiksi maupun nonfiksi. Beberapa di antaranya bahkan sudah menghasilkan karya buku solo. Sepengetahuan saya, kurang lebih ada 20 yang aktif, 30 lainnya nonaktif.
Saya memang yang menginisiasi serta menyebarkan virus kepenulisan kepada rekan-rekan guru sekolah khusus di Banten melalui wadah nonformal di grup Telegram berupa Gugus Tugas Guru Penggerak Literasi bagi Guru-Guru Sekolah Khusus di Banten yang saya cetuskan pada 27 Februari 2020. Mungkin ada figur guru sekolah khusus lainnya yang terlebih dahulu menulis dan mengajak yang lainnya, tetapi belum mewujud sebagai sebuah gerakan. Selama mas pandemi COVID-19, lahir generasi guru penulis di lingkungan pendidikan khusus di Banten, khususnya.

Nah, yang namanya Dede Adi Faisal ini, diam-diam rupanya mengamati serta perlahan-lahan ikut tergerak. Dia banyak tanya kepada saya langsung, bagaimana tip membangun habit atau kebiasaan menulis di sela kesibukan. Tentu saja saya senang sekali jika ada rekan yang bertanya-tanya seperti demikian. Saya berbagi tips, terutama motivasi serta visi sebagai penulis. Yang selalu saya tanamkan kepadanya, juga kepada rekan-rekan lainnya adalah, bahwa sebagai penulis, kita memiliki citra diri yang sangat berbeda secara positif. Penulis adalah perawat budaya dan peradaban manusia, demikian saya katakan.

Rupanya dia tergerak lebih jauh, hingga mengikuti pelatihan kepenulisan yang diselenggarakan oleh sebuah jaringan media cetak nasional. Setelah kursus menulis, dia mencoba mengirimkan tulisannya. Memang tidak serta langsung dimuat. Namun melalui proses ketekunan dan perbaikan kualitas tulisan serta rajin tanya kanan dan kiri, sejak Agustus 2022, tulisan-tulisannya menjadi langganan sebuah portal berita nasional.

Sebulan terakhir saya mengamati perkembangannya dari hari ke hari. Hampir tidak ada hari yang terlewat dari aktivitas menulis. Dan luar biasanya adalah, ya itu tadi, tiap hari rata-rata terbit dua tulisan. Bukan ada yang sehari terbit tiga tulisan. Sebagai senior dia, tentu saja saya ikut bangga dan sangat mengapresiasi semangat serta perkembangan kompetensinya.

Sebagai bukti, coba saja Anda ketik nama Dede Adi Faisal Suryadi di Google, pasti muncul namanya beserta tulisan-tulisannya. Karakteristik tulisannya juga bersifat ringan-ringan saja, tapi populer.

Aah …! Bahagianya perasaan, jika ada yang mengikuti jejak langkah kita, bahkan berkembang lebih pesat dibandingkan kita sendiri sebagai mentornya. Meskipun bukan mentor dalam konteks resmi, tetap saja saya tak bisa melupakan bahwa satu atau dua kata penyemangat serta sedikit tip yang saya berikan dulu, itu memantik potensi serta aktualisasi dirinya, sebagai penulis.
Serang, 19 September 2022



