Oleh Vera Verawati, pegiat literasi di Kuningan
Sebagai relawan literasi hampir memiliki kendala yang sama dalam memaksimalkan upaya terhpusnya buta huruf dari anak-anak Indonesia. Angka kebutuhan pada buku anak-anak sangat tinggi, sedangkan buku-buku tersebut di lapangan sangat terbatas. Walau akhir-akhir ini banyak bermunculan penulis cerita anak tapi benarkah semua cerita tersebut telah sesuai dengan kaidah yang ada.

Setelah di lapangan masih ditemukan buku anak-anak yang disisipi deskripsi adegan kekerasan. Sementara salah satu dasar pentig dalam menanamkan disiplin dan pendidikan etika pada anak-anak adalah hindari kalimat atau cerita yang mengandung unsur kekerasan. Lalu bagaimana dengan cerita rakyat?



Untuk cerita anak terutama koleksi buku,sebaiknya penulisnya itu berasal dari anak Bangsa sendiri, tidak perlu IMPOR BUKU, DARI LUAR NEGERI.
Bisa mengadakan seminar di Dunia pendidikan ,pegiat literasi / lainnya.
Setuju. Semoga bermunculan penulis cerita anak, yang tentu memahami bacaan berjenjang. Misalnya untuk anak usia TK/PAUD, SD, pasti berbeda.
Betul Bu, setuju. Karena Indonesia memiliki banyak penulis cerita anak yang berkualitas🙏