Berhubung sendirian atau hanya berdua dengan hubby, aku masak nasi dengan mejikom mini. Tapi sejak awal digunakan, nasi yang tersisa mudah sekali lembek dan berbau. Sudah kucoba steker kabel listrik tetap terhubung, atau dilepas dari colokan, nasi di mejikom tetap saja tidak awet. Kupindahkan ke tempat nasi lain pun demikian.
Kasusnya sama dengan malam ini, hubby ingin nasi goreng. Malah dari kemarin beliu rikues. Tiap mau dimasak nasinya bermasalah, jadi harus nunggu masak lagi. Atau sebenarnya ada nasi, tapi sudah tidak enak dihidangkan. Padahal mejikom itu produk dari jenama yang tersohor di bidang permejikoman.

Jadilah aku malam ini mengukus labu kuning dan memanggang gemblong (uli) sebagai asupan karbohidrat. Hubby rikues sayur bening, lalu kubuatkan tim teri nasi supaya ada asupan protein hewani. Alhamdulillah, enak-enak saja sih, nasi diganti jenis karbohidrat begini.
Tim teri nasi ini dibumbui ketumbar, kunyit, serai, daun jeruk, oregano, parsley, lada putih, garam, dan keju parmesan. Bukan gaya-gayaan, tapi dasar aku suka eksperimen saat memasak. Akhirnya gemblong bakar dicocol sama teri nasi. Masya Allah, enak juga! Allahumma baarik ‘alaih ![]()



