Sampai kapan aku harus menunggu..
Kepala auto mengingat Nabila Taqqiyah.
Akhirnya kikil dimasak kecap, tahu dan labu siam ditumis kuning. Berhubung hubby masih susah mengunyah makanan seperti kikil, aku harus cari menu agar beliau dapat menyantap kikil dengan bebas merdeka tanpa merasakan sakit gigi lagi.

Kikil matang kublender halus, lalu didadar dengan telur. Awalnya bentuk dadar mirip pancake yang bundar, sebelum kubalik dan ambyar!
Gakpapalah ambyar dikit, rasanya masih enak, banget malah!

Masya Allah, tabarakallah, allahumma baarik ‘alaih
Masak gini aja pakai didoain akutuh, supaya hubby dan anak-anak makin sehat, akunya pun semakin langsing. Eh monmaap malah curhat.
Sehat-sehat ya, semuanya! ![]()
Tias Tatanka



