Di Meja Makan: Tinggal Berdua Saja

Setiap pagi, kami pandangi kursi-kursi yang lain. Berharap mereka ada tentu tidak adil. Paling juga si sulung Nabila dua minggu sekali weekend, duduk menemani makan sambil menceritakan mimpinya domisili di luar negeri. Begitu juga ketiga adiknya, tidak ada yang ingin berdomisili di Kota Serang. Kata mereka, “Kota Serang tidak kreatif.” Mengumpulkan mereka di meja makan setahun sekali baru bisa. Akhirnya saya sering mengajak Tias makan di luar.

Sejak kami menikah, meja makan diniatkan tidak sekadar tempat makan, tapi juga curhat. Ketika keempat anak kami lahir, tumbuh besar, dan bermimpi, kami biarkan mereka “ribut” di meja makan. Kami melatih mereka agar mau berbicara secara langsung. Iklim dialog kami bangun, jangan sampai mereka curhatnya di medsos.

Gol A Gong

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==