Doktor Yusqon yang baik hati pandai memanfaatkan momentum kedatangan saya, dianggapnya saya sebagai orang yang memiliki banyak pengalaman di dunia literasi, sehingga kedatangan saya ke Kota Tegal tidak pernah disia-siakan. Dia menyiapkan segalanya; kegiatan dan penginapannya.
“Mas Gong itu tokoh literasi di Indonesia. Punya taman bacaan yang besar dan jadi role model. Karyanya di literasi banyak. Saya beruntung bisa didatangi Mas Gong. Tidak semua tempat bisa didatangi Mas Gong. Gratis pula. Wajarlah kalau saya menyiapkan akomodasinya. Jadi bodoh saja kalau kedatangan Mas Gong tidak saya manfaatkan untuk perkembangan dunia literasi di Tegal,” kata Dr. Yusqon.

Saya hnya mengangguk-angguk saja, karena merasa biasa-biasa saja. Tapi sebagai doktor, Yusqon memang mengambil jalan yang berbeda. Jauh dari zona nyaman. Dia lebih memaksimalkan fungsi pengabdian kepada masyarakat dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sedangkan dua hal lagi, yaitu pendidikan dan pengajaran, serta penelitian dan pengembangan sudah selesai baginya.
TBM Sakila Kerti adalah pengabdiannya. Sebagai wong Tegal yang lahir pada 9 April 1965 dari pasangan ibu Maskanah sebagai guru dan bapak Makmoeri sebagai imam mushola, dia sangat serius mewujudkan harapan wong cilik yang ingin maju di terminal bus antar kota, tipe A, di Kota Tegal. Walikota Tegal mendukungnya dengan memberikan ruangan untuk belajar bagi pedagang asongan, penjual koran, dan wong cilik lainnya.
Paling terbaru ketika saya, Rudi, dan Daniel melakukan Safari Literasi Pantura Duta Baca Indonesia – Perpusnas RI ini. Dua hari kami berkegiatan, 31 Oktober hingga 1 November 2023.

Kami tidak menyangka Pak Yusqon menyiapkan kegiatan yang besar dan mewah. Hari pertama 31 Oktober, Kadis Dindik dan Kadis Perpustakaan serta Bunda Literasi Kota Tegal merayakan pesta literasi ini di Pantai Alam Indah dan Terminal Bus antar kota Tegal. Ada pesta puisi dari anak-anak sekolah. Luar biasa.
Hari kedua 1 November 2023 di PAUD Sakila Kerti yang berlokasi di terminal Kota Tegal. Saya berganti peran jadi Celemek Ajaib Paman Gong. Saya mengenalkan literasi dan pendidikan karakter epada anak-anak sejak dini. Saya mengajak mereka bergembira dengan bermain. Saya juga bercerita – read a load. Tentu anak-anak dipersilakan mengambil hadiah di dalam Celemek Ajaib Paman Gong.


