Di sela-sela kesibukan saya sebagai Duta Baca Indonesia – Perpusnas RI, alhamdulillah, saya masih menyempatkan menulis di penginapan di setiap kota yang saya kunjungi. Saya menulis – kadang – sambil berdiri.

Di saat sepertiga malam, saya selalu terbangun. Setelah bersujud di sajadah kepada-Nya, kelima jariku mengetuki ke-26 huruf alphabet, merangkai kata, jadi cerita.

Ini sudah jadi kebiasaan saya selagi muda, menulis menjelang subuh. Itu terbawa hingga kini. Maka di siang hari, saya selalu mengamati sekeliling, memaksimalkan panca indra. Anggap saja itu “riset lapangan”.

Dua buku terbit di 2023 ini. “I am A Survivor” (Epigraf) tentang motivasi hidup. Saya ingin agar pembaca mendapatkan semangat, bahwa hidup itu jangan menyerah.



Buku kedua “Resto di Ujung Jalan dan Bunga Wedelia” (SIP Publishing). Pembaca akan mendapatkan 50 plot twist di akhir cerita (twist ending).
Pada akhirnya, seberapa sibuk kita berkegiatan, jika tidak dituliskan, semuanya jadi sia-sia!
Gol A Gong



