Zaman dengan segala kecanggihan yang bisa memberikan objek yang dituju tanpa harus pergi/keluar dari rumah. Namun, kenapa semakin berkembangnya teknologi seperti itu, tidak serta membuat masyarakat lebih maju satu tahap dari masa sebelumnya.

Dunia dalam genggaman gadget, namun sering kali disalahgunakan oleh sebagian masyarakat. Terutama rasa nyaman saat bermain game atau mencari pundi-pundi rupiah. Kita mungkin tidak asing dengan berita seorang anak kecanduan smartphone hingga alami gangguan jiwa, berita penemuan mayat yang gantung diri akibat hutang yang menumpuk setelah bermain judi online, dan lain sebagainya.
Menurut data yang diambil dari Kompas.com jumlah ponsel aktif di Indonesia mencapai 354 juta perangkat, jumlah tersebut melampaui total penduduk Indonesia yang berkisar pada angkat 278 juta orang. Secara tidak langsung, beberapa masyarakat di Indonesia memiliki ponsel lebih dari 1 perangkat. Angka yang sangat fantastis bagi siapa saja yang membacanya.

Dengan jumlah data di atas telah memberikan kesimpulan, mayoritas rakyat Indonesia sudah tidak gagap dengan dunia digital. Hanya saja pelatihan dan edukasi terkait bidang tersebut, tidak diberikan oleh pihak berwajib, dalam hal ini adalah pemerintah. Para penguasa negara belum terjun membuka kewajiban kepada masyarakat untuk mempelajari dunia digital, terutama di tingkat sekolah dan kampus.
Andai masyarakat bisa melek lebih jauh tentang manfaat penggunaan gadget. Mereka seharusnya tidak takut untuk tidak punya pekerjaan, tidak takut untuk melihat masa depan, sebab keahlian digital sudah menjadi kebutuhan pasar yang dicari oleh berbagai perusahaan, lembaga, yayasan, dan lainnya.



