Namun, karena sudah kewajiban. Pada tanggal 22 Januari, Saya bersama guru-guru di sekolah mengerjakan e-kinerja bersama-sama. Saat dikerjakan ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Alur perencanaannya cukup mudah. Bahkan bentuk rencananya sendiri cukup fleksibel karena kita diberi kesempatan untuk memilih.

Kita diberikan kewenangan untuk memilih aspek mana yang ingin ditingkatkan berdasarkan raport mutu sekolah. Asalkan sudah menguasai dasar-dasar literasi digital, saya yakin pengerjaan rencana E-kinerja ini pasti akan selesai kurang dari satu jam. Walaupun itu baru rencananya. Untuk pemenuhan poin pengembangan kompetensinya saya yakin pasti memerlukan waktu yang berlipat-lipat lebih lama.

Dari sini saya belajar, ternyata apapun pekerjaan maupun masalahnya, solusi paling baik adalah dikerjakan dan dihadapi. Memiliki kekhawatiran karena adanya hal baru memang wajar. Karena diibaratkan kita yang sudah terbiasa menggunakan motor matic pastinya akan kaget jika pertama kali diminta membawa motor kopling.

Namun tetap, jangan sampai hal baru tersebut membuat kita berhenti dan menanam masalah tersebut dipikiran kita, yang akhirnya hanya akan membesar dan membuat kecemasan dalam diri. Tetapi jadikanlah hal baru tersebut sebuah kesempatan untuk belajar dan mengeksplor sesuatu yang belum diketahui. Sehingga hal tesebut menjadi pengalaman dan akhirnya membuat kualitas diri kita meningkat.


