Efektivitas Safari Literasi dalam Mendukung Gerakan Indonesia Menulis

Bulan September lalu, media sosial ramai dengan berita yang dituliskan oleh Duta Baca Indonesia tentang kegiatan Safari Literasi di 13 kota Jawa Barat dan Jawa Tengah, yang dilaksanakan selama 19 hari. Berlangsung pada 11-29 September 2021. Program ini juga menghadirkan 3 webinar seputar kepenulisan, proses kreatif di era pandemi, dan penerbitan buku.

Tercatat 13 kota serta kabupaten yang disinggahi. Kabupaten Bandung, Purwakarta, Majalengka, Indramayu, Cirebon, Kuningan,Tegal, Kabupaten Semarang, Purwokerto, Banjar, Ciamis, dan Sumedang.

            Perjalanan yang panjang untuk tugas mulia di tengah situasi pandemi. Di saat sebagian orang terjebak dan memilih menjadi “kaum rebahan”, Duta Baca Indonesia berjibaku menggelorakan semangat literasi: membaca dan menulis untuk Indonesia yang lebih baik. Pertanyaan menyeruak, cukup efektifkah?

Secercah Harapan   

Dalam pertimbangan pembentukan Undang-Undang tentang Perpustakaan No. 43 tahun 2007, tertera pada poin (b) dan (c), bahwa sebagai salah satu upaya untuk memajukan kebudayaan nasional, perpustakaan merupakan wahana pelestarian kekayaan budaya bangsa, dan dalam rangka meningkatkan kecerdasan kehidupan bangsa, perlu ditumbuhkan budaya gemar membaca melalui pengembangan dan pendayagunaan perpustakaan sebagai sumber informasi yang berupa karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam.

Untuk mewujudkan budaya gemar membaca tentu saja harus dilakukan suatu upaya terus menerus, antara lain adanya pemilihan tokoh yang dianggap berhasil atau mampu hadir di tengah masyarakat sebagai penggugah akan pentingnya membaca dan menulis.

Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando, telah mengukuhkan Heri Hendrayana Harris atau lebih dikenal dengan Gol A Gong sebagai Duta Baca Indonesia periode 2021-2025. Lalu, sudahkah kehadiran Duta Baca Indonesia di tengah masyarakat melalui safari literasi telah sesuai dengan harapannya, menjadi pendobrak kesadaran pentingnya kebiasaan membaca dan literasi sebagai bagian elemen pembentuk sumber daya manusia unggul dan berdaya saing?

Selain hal di atas, menurut kepala perpusnas dalam berita Perpustakaan Nasioanal, 30 April 2021, masyarakat membutuhkan role model untuk memberikan inspirasi. Ia ingin Gol A Gong dapat memastikan seluruh ilmu di perpustakaan dapat diserap, diaplikasikan dan digunakan untuk menciptakan inovasi dalam barang dan jasa.

Jauh sebelum dikukuhkan sebagai Duta Baca Indonesia, kiprah Gol A Gong dalam dunia literasi sudah puluhan tahun ia lakoni dengan mendirikan komunitas Rumah Dunia. Sebelum pandemi, Juli 2018, saya pun pernah mengikuti perjalanan literasi Gol A Gong yaitu Gempa Literasi Generasi Jaguar bersama dengan keluarganya.

Saya sepakat bahwa masyarakat masih membutuhkan sosok dengan teladan dan kisah inspiratif yang bisa ditularkan. Tentu saja kehadiran di tengah-tengah masyarakat akan memiliki dampak yang berbeda dibandingkan dengan sekadar membaca kisahnya atau bertatap muka melalui media daring.

Kehadiran buku “Gong Smash” juga momentum. Buku yang dieditori oleh Daniel Mahendra sekaligus Sep Penerbit Epigraf, pendamping Safari Literasi bersama Rudi Rustiadi, menjadi cermin sosok inspiratif, dibalik kehebatan seorang anak ada orang tua yang lebih hebat.

Safari Literasi juga menjadi ajang silaturahmi yang mencerahkan karena secara langsung bisa menyampaikan visi misi dari Gerakan Indonesia Menulis yang dicanangkan, misalnya kepada beberapa Duta Baca Daerah. Namun, Gol A Gong masih menemukan duta baca yang menganggap menulis itu tidak penting. Sangat  disayangkan sekali karena Duta Baca Daerah seharusnya juga mampu menulis.

Kehadiran “sosok idola” dalam peresmian beberapa Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di beberapa tempat dalam safari literasi ini pun, pasti akan memberi kesan dan semangat tersendiri bagi pengurus dan lingkungan literasi dalam masyarakat sekitarnya.

Lantas, bagaimana Gerakan Indonesia Menulis dapat menyentuh ruang-ruang di luar lingkungan literasi pada umumnya dan sampai ke rumah-rumah yang tidak bersentuhan langsung dengan TBM atau lingkungan yang kurang literat?

Budaya Membaca Sejak Kecil

Rasio ketersediaan sumber bahan bacaan masyarakat adalah 1:90. Artinya, satu buku diperuntukkan 90 orang. Seharusnya rasio ideal per kapita menurut UNESCO adalah 3 buku untuk 1 orang. Melansir pernyataan Dr. Adin Bondar, M.Si., Kepala Pusat Analisis dan Pengembangan Budaya Baca, Perpusnas RI, di harian Terbit (14/5).

Saya membayangkan dan mengharapkan Gerakan Indonesia Menulis yang digagas oleh Duta Baca Indonesia tidak terhenti sampai di TBM saja. Setidaknya bisa diteruskan agar sampai ke dalam rumah di suatu keluarga dalam suatu program masiv lainnya.

  Poinnya adalah terlebih dahulu menanamkan kecintaan terhadap membaca kepada anak-anak sejak dini. Bukan hal yang mudah memang, karena banyak orang tua yang juga kurang suka membaca. Namun, melalui suatu gerakan, semoga spiritnya akan sampai.

Dengan demikian, seperti yang pernah disampaikan oleh Gol A Gong, literasi tidak hanya diartikan perpustakaan, menulis atau membaca. Cara berpikir untuk terus maju dan berkembang, juga termasuk dalam literasi.

Gol A Gong pun berharap, satu langkah setelah membaca adalah menulis, sehingga kebutuhan buku dalam rasio ideal dapat terpenuhi. Semua yang datang ke perpustakaan tentu tidak hanya untuk membaca, tapi bisa menulis sehingga rak-rak yang ada di perpustakaan akan penuh dengan karya-karya kita. Membaca itu sehat, menulis itu hebat.

Di akhir tulisan ini, saya kembalikan kepada individu masing-masing, apakah Gerakan Indonesia Menulis ini hanya dianggap sebagai sebuah program kerja saja dari seorang Duta Baca Indonesia? Atau menjadi perenungan bersama, bahwa membaca dan menulis adalah tanggung jawab kita terhadap apa yang telah diperintahkan oleh Tuhan. Iqra! Bacalah! (*)

*) Jauza Imani, Tulisan ini dimuat di Kabar Banten edisi 13 Oktober

Jauza Imani, Pegiat Literasi di Lampung – Relawan Rumah Dunia

.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==