Kastamonu? Kita di mana itu? Kamu tahunya Ankara dan Istanbul, ya. Kastamonu itu kota yang indah, jika naik bus sekitar 4 jam perjalanan dari Ankara. Ongkosnya 400 Lira Turki.
Menurut Jamrowi atau Bang Jawa, “Kastamonu ini kota yang menyimpan banyak sejarah. Ada banyak wali di sini. Termasuk Said Nursi.”


Aku ditemani Nabil (Ketua PPI Kastamonu), Lulu yang mungil, Alfath si kacamata, dan beberapa mahasiswa Universitas Kastamonu asal Indonesia, ngabuburit atau menunggu waktu berbuka.
Titik pertama, jembatan Nasrullah yang menghubungkan selatan -utara, dipisahkan sungai. “Pada masa lalu banyak ulama digantung di jembatan,” kisah Bang Jawa. Tapi mitosnya, jika ada yang melintasi jembatan itu akan mendapatkan jodoh. Di alun-alun kidul Yogyakarta lebih heroik, karena kedua mata ditutup.
Setelah salat Ashar di masjid Nasrullah Jamie di kota tua, Jamrowi mengajak kami mampir ke rumah pengasingan Said Nursi di kota tua.

“Nama asli Said Nursi itu Badiuzzaman Said Nursi. Lahir 1877dan wafat 1960. Dia ibarat ‘Cahaya Zaman’, ilmuwan terkenal, pemikir reformis Islam,” kata Bang Jawa. “Dia beberapa kali dipenjara.”
Setelah dari rumah pengasingan, kami menyusuri gang-gang di kota tua Kastamonu. Menurut Google, Kastamonu modern dikenal dengan peralatan tembaganya, pabrik gula, museum kecil, sekolah pelatihan guru, dan kulinernya yang lezat, termasuk pastirma yang terkenal, Çekme Helva, dan roti isi daging.
Aku sangat terpesona menikmati kota tua ini. Kota yang dikelilingi bukit, berada di ketinggian 990 meter, dan jumlah penduduknya 300 ribu jiwa saja. Jalannya ditempeli batu, serupa gang, dan cukup satu mobil saja. Arsitektur rumahnya warisan dari rumah Ottoman, terawat indah.


Tadinya mau terus ke benteng di puncak, tapi lutut kananku yang pernah terbentur bemper mobil (sehingga aku pensiun sebagai atlet badminton) terasa sakit. Akhirnya kami berhenti di sebuah masjid. Ada teras di sana.
“Kalau bukan ramadhan, kita bisa ngopi di sini,” kata Nabil.
Wow. Terbentang kota Kastamonu di depanku. Ibarat kota yang terbuat dari Lego.
25 Februari 2026
Gol A Gong
Traveler, Traning




