Tokoh pejuang nasional yang tersohor di seluruh nusantara sebagian besar berlatar belakang mengeyam pendidikan agama islam. Memperoleh ajaran agama dari pondok pesantren-pondok pesantren. Kobaran semangat perjuangan mereka dalam mempertahankan kemerdekaan sebagai warisan generasi penerus bangsa yang patut ditiru.

Santri digembleng sesuai syariat, bagimana menyelami makna hidup sebenarnya. Berdalih sami’na wa atho’na. Manut apa fatwa kyai. Tingkah pola gurunya menjadi cermin yang kudu ditiru bagi mereka. Tak ada spesifikasinya selama di jalan kebajikan. Dari mulai fajar menyingsing hingga terbenam matahari. Peraturan yang ketat mendidik mereka disiplin, mandiri dan bertanggung jawab. Peka terhadap ekosistem sekitarnya sehingga diharapkan melahirkan jiwa pemimpin yang siap pakai. Sebagai tunas harapan bangsa, santri mengemban amanah mulia yang berat dipikul yakni meneruskan cita-cita ulama pendahulunya.

Mempelajari ajaran agama menjadi prioritas utama untuk bekal dalam mengarungi bahtera kehidupan. Haluan hidupnya mendahulukan adab sebelum ilmu. Motif pembelajarannya bukan hanya berdasar logika namun cenderung ke nurani. Keseimbangan antara aqliyah dan ruhiyah. Mengesampingkan ego angkara murka dan lebih mengutamakan hajat umat. Memanusiakan manusia seutuhnya. Tanpa membeda-bedakan kasta dan kelas. Sesuai yang termaktub dalam falsafah bangsa yakni pancasila. Kebhinekaan nusantara merupakan khasanah kekayaan yang dimiliki. Bukan jadi pembeda dan perpecahan antara suku dan bangsa yang tersebar di seantero nusantara. No caci maki, no bullying no intimidasi. Menghapus segala aneka macam bentuk perbudakan karena sesungguhnya esensi ajaran agama adalah berdedikasi demi kemaslahatan umat.

Berdaya menjaga martabat kemanusiaan adalah komitmen wujud kecintan terhadap sesama. Sikap santun, harga menghargai dan tolong menolong merupakan modal dalam menyikapi perbedaan yang ada. Berdaya menjaga martabat kemanusiaan yang merupakan intisari dari rahmatan lil alamin.
Santri diharapkan menjadi pribadi yang mampu membahagiakan orang lain . Pun demikian santri harus menjadi trendsetter dan contoh bagi kawula muda agar mempunyai sikap empati dan peduli di lingkungan masyarakat namun tidak mudah terombang-ambing oleh arus budaya yang tidak sehat. Bekal ajaran agama yang diterima menjadi bekal untuk menghalau sisi buruk akibat perubahan membludaknya gaya hidup di era globalisasi.

Tinggal di pondok bersama guru dengan segala keterbatasan akses dengan segudang tata terbit bukan berarti tidak update perkembangan teknologi. Justru menjadi tantangan yang menjadi pemicu motivasi agar strata dengan kondisi yang ada. Santri wajib menjadi role model menegakkan pilar budaya islami yang telah menjadi identitasnya sekaligus menjadi tameng efek negatif yang diakibatkan oleh globalisasi. Mengimbangi kompetensi teknologi informasi agar tidak tergerus roda zaman yang melaju kencang. Sehingga integritas pandangan publik tetap terjaga dengan baik.

Dalam memeriahkan momentum hari santri pondok pesantren Qur’an Kayuwalang menyelenggarakan beberapa kegiatan diantaranya yakni: upacara peringatan hari santri, Tasmi Qur’an 30 Juz yang disaksikan oleh para hufazh se-kota Cirebon dan berbagai lomba seperti rangking satu, adzan, sholawatan dan drama.


