Lalu saya ingat Balada Si Roy yang pernah saya baca di majalah HAI. Saya pun memberanikan diri menghubungi mas Gong di akun twitternya. Beberapa waktu kemudian, singkat cerita saya akhirnya ke rumah dunia dan bersama Santi memberanikan diri akan memfilmkan Balada Si Roy.

Baru akhirnya saya sadar, cerita itu sungguh besar. Dan kami menunggu momen yang tepat. Saya bilang ke mas Gong, kalau sekedar jadi film bisa saja. Tapi Balada Si Roy harus didukung dengan promosi yang kuat pula. Maka saya menyimpannya, saya mengerjakan trilogi Yowis Ben sampai selesai. Roy bersabar menunggu, seraya skenario dikerjakan, dan kami mencari pemeran yang tepat.

