Lalu bagaimana dengan pemeran Roy yang sudah saya pilih sebelumnya? Saya menemuinya kembali. Saya menceritakan dengan jujur apa yang terjadi. Mendengar lagi cerita hidup dan visinya, dan mengatakan padanya, saya salah menilaimu. Kamu lebih cocok jadi pemimpin Borsalino. Dan dia tersenyum, mas benar, katanya, dalam hati aku adalah Borsalino, hanya saja waktu mas bilang aku Roy, aku diam, karena aku pikir harus percaya penilaian mas, tapi dalam hati aku merasa bukan..

Saya meminta maaf padanya karena telah gegabah memutuskan, mungkin karena sudah dikejar waktu dan saya tak mencerna dengan baik. Maka akhirnya kami salaman. Ia yang semula Roy, menjadi Dullah.
Besok siang, nama-nama mereka akan diumumkan. Dan seperti saya, kalian semua akan yakin dan percaya, ia adalah Roy kita bersama. Hanya ucapan salam pembuka singkat yang membuat saya menoleh: assalamualaikum, menjadi penutup kisah pencarian panjang dua tahun lebih..
Inilah sekelumit balada pencariannya, Balada Si Roy..

