Sadar bahwa menjadi orang tua tentu harus terus belajar karena orang tua adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya, maka mengikuti kelas menulis menjadi langkah awal untuk kembali belajar, meng-upgrade kemampuan diri, memaksimalkan potensi. Di KMRD perjalanan dimulai dengan pelatihan menulis paling dasar, yaitu menulis berita (Hard News). Lalu juga belajar menulis Feature, Essay, Cerpen , Puisi dan diakhiri dengan pelatihan menulis Novel yang langsung diampu oleh Mas Gol A Gong.
Masing-masing kelas memiliki kesan tersendiri bagi saya, seperti di kelas jurnalistik saya belajar untuk tidak bertele-tele. Belajar mendeskripsikan sesuatu dengan lugas dan jelas. Dan dikelas cerpen, saya juga mendapatkan tips untuk tak terjebak dengan mood dan juga writer’s block dengan membuat kerangka cerita yang dimulai dengan DNA Cerita, Premis, hingga wawancara pribadi.

Sementara itu, di kelas puisi saya juga belajar untuk mengolah rasa dan kata, menyampaikan dengan diksi yang tepat agar sampai ke hati pembaca. Sedangkan untuk kelas novel, saya masih menunggu dengan sabar outline saya di coret-coret oleh mas Gol A Gong. Tak apa, kata Mas Gong, “Tak akan jadi novel kalau belum di revisi berkali-kali.” Baik, saya siap merevisi outline dan tulisan saya berkali-kali sampai menjadi sebuah cerita yang utuh dalam sebuah novel. Aamiin.
Sejak aktif mengikuti KMRD lebih dari dua bulan lalu, saya sudah mulai berani mengirimkan naskah tulisan saya yang sebelumnya sering kali menggantung dan berdebu. Dan salah satu pencapaiannya adalah diterbitkannya fiksi mini pertama saya yang lolos kurasi, satu buku dengan fiksi mini tulisan Mas Gol A Gong berjudul Air Terjun, MasyaaAllah. Ayo, ikuti Kelas Menulis Rumah Dunia, temukan warnamu, asah potensimu, ayo kita bersinar bersama.




