Gol A Gong Latih 50 Siswa SMPN 5 Brebes Menulis Fiksi Mini dalam Safari Literasi Jawa 2026

BREBES, 13 Juni 2026 — Duta Baca Indonesia (DBI) Gol A Gong menggelar pelatihan menulis fiksi mini di SMPN 5 Brebes, Sabtu (13/6), sebagai bagian dari rangkaian Safari Literasi Jawa 2026. Kegiatan ini diikuti 50 siswa dan beberapa guru pendamping.

Pelatihan di SMPN 5 Brebes menjadi agenda lanjutan setelah seremoni pembukaan dan pelatihan menulis cerita rakyat untuk umum yang digelar di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Brebes pada hari yang sama.

Kepala SMPN 5 Brebes, Atik Siti Maryam, M.Pd., dalam sambutannya mengajak para siswa untuk memanfaatkan kehadiran Gol A Gong sebagai motivasi untuk terus berkarya, meski di tengah berbagai keterbatasan sekolah.

“Keterbatasan sekolah tidak boleh mengecilkan kemampuan berkarya anak-anak SMPN 5 Brebes. Gunakan kesempatan kedatangan Pak Gong ini untuk menulis lebih baik,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada para siswa agar berani bermimpi dan berusaha mewujudkannya melalui jalan yang baik.

“Kejarlah mimpi sampai terwujud dengan cara yang baik,” tambahnya.

SMPN 5 Brebes saat ini memiliki 912 siswa dan telah menjalankan berbagai program penguatan literasi di lingkungan sekolah. Di antaranya proyek lintas pelajaran berupa kegiatan menulis dan membuat konten, kegiatan membaca buku selama 15 menit setiap Selasa dan Kamis, serta pembinaan mental setiap Rabu yang juga mendorong siswa membuat catatan tertulis.

Sebagai salah satu target tahun ini, sekolah menetapkan satu siswa memiliki minimal satu karya tulis berupa buku. Perpustakaan sekolah juga aktif mengoleksi makalah-makalah karya tulis ilmiah hasil karya para siswa.

Dalam sesi pelatihan, Gol A Gong membagikan kiat-kiat menulis fiksi mini kepada peserta. Ia menjelaskan bahwa fiksi mini menuntut penulis untuk berpikir minimalis dan tetap mampu menghadirkan cerita yang utuh dan berkesan.

“Penulis fiksi mini harus berpikir minimalis, menciptakan karakter yang kuat, dengan setting lokasi di satu tempat saja, setting cerita di satu waktu, serta konflik yang harus selesai saat itu juga,” jelasnya.

Ia juga menekankan tujuh unsur penting dalam fiksi mini, yakni berpikir minimalis, karakter yang kuat, setting di satu tempat dan satu waktu, konflik yang langsung selesai, diksi yang kuat dengan sedikit kata, ending yang mengejutkan (twisted ending), alur cerita cepat, serta cerita yang tidak bertele-tele. Inti dari fiksi mini, menurutnya, dapat diringkas menjadi satu adegan, satu konflik, dan satu setting lokasi dan waktu.

Meski tidak semua proses pelatihan dapat berjalan sempurna, kegiatan ini diharapkan menjadi stimulus penting untuk menggerakkan semangat literasi di kalangan siswa SMPN 5 Brebes. Melalui kegiatan ini, Gol A Gong bersama Bank Indonesia Tegal dan Pemerintah Kabupaten Brebes berharap budaya menulis dan membaca dapat semakin tumbuh di kalangan generasi muda sebagai bekal menghadapi masa depan.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==