Pukul 10:00, taksi online kiriman Dias datang menjemput. Kami menuju rumah Dias di sebuah distrik. Dia tinggal di apartemen, lantai 8. Kami diantar ke Medue, kawasan Pegunungan Tian Shan (khususnya Trans-Ili Alatau) yang berselimut salju hampir sepanjang tahun.
Sebetulnya ini Asia Tengah, tapi cita-rasanya seperti Eropa. Jordy-Natasha main lempar salju. Kami naik cable car 10 ribu Tenge. Tapi kami tidak main ski, mahal. Peralatan, pendaftaran, tutornya bisa kena 100 ribu Tenge (kalikan 33 Rupiah).


Kami masuk ke cable car. Jadi ingat sewaktu SMA study tour ke Taman Mini, naik cable car atau kereta gantung serasa naik pesawat terbang karena di bawahnya pulau-pulau besar Indonesia.
Jordy berteriak-teriak. Aku merasakan telinga berdengung dan kepala pusing karena posisi sudah di 2000 mdpl. Natasha juga. Tapi itu semacam penyesuaian terhadap ketinggian.


Begitu cable car berhenti di stasiun 1, wow! Suasananya seperti di film-film Hollywood. Orang lalu-lalang membawa alat ski. Ini Destinasi Ski Shymbulak.
29 Januari 2026
Gol A Gong
Traveler, Author



