6 TAHUN LALU, saat saya mulai belajar pada beliau, mungkin pada saat itu saya belum sama sekali merasakan apa sih manfaat dari belajar menulis, karena itu baru permulaan. Tapi kini setelah 6 tahun kemudian, saya merasakan banyak hal dan manfaat dari ilmu yang beliau ajarkan. Saya bisa ke Surabaya, ke Bali, bahkan Menginjakan kaki di Singapura, berkat wasilah ilmu beliau, ilmu kepenulisan.
FOTO INI adalah dokumentasi yang selalu saya simpan, saya yang dulu hanya bocah receh yang punya keinginan membuat komunitas untuk anak sekolah di CIKANDE, berusaha mengundang Golagong Penulis yang merupakan tokoh nasional di bidang kepenulisan.
Pada saat itu saya merasa berkecil hati, apa ia beliau mau hadir di acara anak-anak ingusan dan (siapa bocah ini, yaitu diri saya sendiri) dengan gagahnya mau mengundang Golagong Penulis. Tapi dengan kerendahan hati beliau, saya sangat kaget pada saat itu beliau mau hadir, bahkan bersama istri dan kedua anaknya yang saat itu saya masih ingat betul, Jordy dan Azka.
Jordi dan Azka yang masih kecil-kecil diajak ke sekolah tempat saya menggelar acara komunitas kecil yang saya beri nama LAD Lentera Anak Dunia, iya walaupun komunitas yang saya dirikan itu akhirnya mati dan tidak berkembang. Tapi tidak dengan semangat yang beliau ajarkan, semangatnya tetap hidup dalam diri saya sampai saat ini.

Saya tidak bisa membalas kebaikan beliau, semoga Allah selalu memberikan keberkahan umur dan kebermanfaatan hidup, kepada Gurunda Golagong Penulis, Keluarga dan Komunitas Rumah Dunia yang beliau dirikan.
Barakallah fi umrik Mas Golagong Penulis
Selamat ulang tahun, semoga berkah selalu.
_Catatan ini hanya sebagian kecil ungkapan yang sedari dulu ingin saya sampaikan, namun saya kerap kali malu dan merasa saya bukan apa-apa untuk menyampaikan ini.
*) Sanik Radu Patih, social worker di LAZ HARFA Banten

