Hello, Tbilisi Georgia

Aku, Jordy-Natasha meninggalkan Baku, Azerbaijan Selasa pukul 21:00. Pesawat mendarat di Tbilisi Georgia pukul 22:00. Sejak dari Uzbekistan dan Azerbaijan, orang-orang mengingatkan akan lebih aman menggunakan transportasi udara. Jika darat, banyak risikonya.

Kami sudah melengkapi dokumen, jadi merasa aman. Dokumen berupa:

1. e-Visa Georgia (sudah kami urus sejak di Uzbekistan)
2. Bukti akomodasi (booking hotel)
3. Rekening koran bank (kami bawa ATM dan credit card)
4. Tiket keluar dari Tbilisi (kami sudah beli tiket pesawat Tbilisi Georgia ke Ankara Turki)
5. Asuransi (kami urus sejak di Kazhakstan secara online)

Aku berpikir positif tentang negara yang penduduknya 3,7 juta jiwa. Kota Tbilisi saja hanya 1,7 juta jiwa. Jadi wajar kalau harus hati-hati dengan turis.

Menurut Google, sejarah Georgia mencakup ribuan tahun, bermula dari peradaban kuno di Kaukasus (seperti Colchis dan Kartli) yang membentang sejak milenium ke-2 SM. Menjadi salah satu negara Kristen tertua (abad ke-4), Georgia mencapai masa keemasan pada abad ke-11–12 sebelum dijajah Kekaisaran Rusia pada abad ke-19, bergabung dengan Uni Soviet, dan akhirnya meraih kemerdekaan kembali pada 1991. 

Alhamdulillah, di imigrasi lancar. Ada beberapa pertanyaan, tapi masih proporsional kalau semua dokumen lengkap.

Setelah paspor dicap, kami di bawa masuk ke satu ruangan. Tiga ransel Eiger kami dikeluarkan isinya. Sewaktu kami naik kereta dari Shymkent Kazhakstan ke Taskhent Uzbekistan, ransel Eiger kami juga dikeluarkan isinya. Masih wajar.

Beres urusan ransel Eiger, kami bersorak gembira. Di pintu keluar, Pak Taufiq Lamsuhur, Kepala Extension office Indonesia di Tbilisi Georgia menyambut.

“Tidur di apartemen saya saja, ya. Tapi seadanya. Istri dan kedua anak saya sedang di Polandia,” Pak Taufik yang berasal dari Batusangkar Sumatera Barat, menawarkan.

Kami tentu setuju. Sebetulnya kami sudah pesan hotel, tapi cara membayarnya harus cash. Natasha langsung cancel.

18 Februari
Gol A Gong
Traveler, Author

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==