Kenangan di Tbilisi Georgia

Mari kita membuat kenangan indah di dalam hidup ini. Kenangan yang tentu baik untuk terus diingat. Seperti aku dan Jordy-Natasha yang membuat kenangan indah di Tbilisi Georgia.

Kami tiba di Tbilisi Georgia Selasa 17 Februari pukul 22:00. Kami naik pesawat dari Baku, Azerbaijan. Di bandara Tbilisi, Pak Taufiq Lamsuhur, Kepala Extension office Indonesia di Tbilisi Georgia menjemput. Kami menginap di apartemennya. Keluarganya masih di Polandia. Pak Taufik baru 2 minggu menjabat.

Pagi hari, kami start dari apartemen pukul 08:00. Kami city tour, menyusuri jalan protokol hingga kota tua. Aku perkirakan sekitar 5 kilometer. Kami makan siang di sana. Aku terkagum-kagum melihat gedung tua peninggalan Rusia bertebaran.

“Bangunan di Eropa itu kokoh. Ketika tender dibuka, pemerintah tidak memilih yang paling murah. Tapi paling bagus arsitekturnya sehingga nanti jadi ikonik, mampu bertahan ratusan tahun, sehingga mahal pun tidak apa. Di kita justru dipilih yang paling murah,” Pak Taufiq menjelaskan. “Sehingga bangunan di kita setahun saja sudah roboh.”

Sekitar pukul 14:00 kami ke kantor Perwakilan Indonesia. Kantor ini di bawah naungan KBRI Kiev di Ukraina. Kami ZOOM meeting dengan Duta Besar Arief Muhammad Basalamah. Beliau dilantik 26 Juni 2023 dan juga merangkap sebagai Duta Besar untuk Armenia dan Georgia.

Setelah itu Pak Taufiq mempertemukan aku dengan penulis Georgia Levan Loria. Dia seorang dosen fisika di Tbilisi. Sudah menulis 7 buku. Kami kagum karena fisikawan menulis puisi dan cerita pendek.

Sore hari, kami kedatangan 2 mahasiswa kedokteran. Satu dari Toraja, Sulawesi Selatan dan satu lagi berdarah Sukabumi-Palembang tapi lahir di Kuwait. Ibu dan ayahnya perawat.

“Aku ingin menulis bagaimana kisahku dari Toraja mendapatkan beasiswa belajar Bahasa Rusia di Moskow. Kemudian ke Tbilisi,” kata Gadis Toraja.

Hari yang indah bagiku. Ini akan jadi kenangan indah. Aku jabat tangan mereka. Semoga buku yang akan mereka tulis selesai tahun ini. Mereka Gen Z yang akan menginspirasi Gen Z lainnya di Indonesia. Ilmu boleh dicari ke mana saja, bahkan ke China.

19 Feb 2026
Gol A Gong
Traveler, Author

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==