Saya dan istri beruntung bisa berkunjung ke Qatar, walaupun diawali dengan drama dulu. Kejadiannya tahun 2012 saat kami menggelar Gempa Literasi Asiadi 7 negara – Singapura, Malaysia, Thailand, India, UAE, Qatar, dan Saudi. Saat itu kami di Mumbai, India. Tias pucat-pasi karena maskapai yang akan membawa kami ke Dubai bangkrut. Ketika kami hubungi lewat telepon, banyak basa-basinya.

Kami dalam keadaan lelah setelah menjelajah India; Made Theresa di Kalkuta, sungai Ganga di Varanasi, dan Taj Mahal di Agra. Akhirnya aku memakai filosofi dunia pariwisata di India, “Uang bisa membeli apa saja.”

Halaman: 1 2

