Kami bangun pukul 04:00. Setelah salat subuh, sekitar pukul 05:00, kami meluncur ke stasiun kereta. Resepsionis AQ Minihotel yang memesan taksi. Dekat saja, Rp 25 ribu.
Shymkent masih gelap.Orang-orang sudah berkumpul di lobi. Suhu lumayan dingin, tapi bisa kuatasi walaupun sisa salju masih turun. Natasha kena flue. Gejala wasirku karena terlalu banyak makan daging domba (flop) membaik. Kali ini kami sarapan nasi ayam.


Kereta dari Almaty datang. Pukul 06:30, kereta meluncur menuju Taskhent Uzbekistan. Kami tidak membeli kelas sleepers. Cukup kelas ekonomi saja, Rp 250.000,-/orang. Aku ingin bergerak bebas. Hanya 2 gerbong saja untuk kelas kursi. Kami kebagian gerbong terakhir, nomor 25. Hanya ada 10 orang. Jordy-Natasha meneruskan tidur di 2 kursi.
Aku lebih memilih berdiri di pintu sambungan gerbong, melihat pemandangan yang berupa bukit-bukit hijau. Sesekali melihat kuda-kuda, sapi, dan domba berlarian. Rumah-rumah yang sudah tua dengan atap asbes. Aku dengar di Indonesia, Pak Prabowo mencanangkan atap rumah: gentengisasi.


Sekitar pukul 10:30, kereta berhenti. Ini imigrasi Kazhakstan. Penumpang tidak turun, tapi tentara dan petugas imigrasi yang naik. Juga ada anjing herder menciumi ketiga ransel kami. Isinya dikeluarkan. Mereka ramah kepada paspor Indonesia.
Hal sama juga dialami ketika Kereta tiba di imigrasi Uzbekistan. Bahkan seorang tentara tidak percayaku muslim. Aku mengaji sudah Yasin, satu ayat saja. Baru mereka percaya. Paspor tidak perlu Visa.
Pukul 13:00 kereta tiba di stasiun Taskhent. Tidak besar, tapi sedikit lebih besar dari Gambir. Di parkiran, seperti biasa, para calo taksi menyerbu. Kami berinteraksi dengan mereka. Ketika ada yang menawarkan tukar uang, Jordy-Natasha menyodorkan US Dollar terakhir.


Setelah itu, kami menyeberang. Makan siang di makan Turkiye. Nasi flop. Daging dombanya sedikit saja kumakan. Setengahnya kuserahkan kepada Jordy.
Di Taskhent Uzbekistan ini tidak ada pelatihan. Tapi pihak KBRI akan mengundang kami makan siang. Alhamdulillah…
08 Februari 2026
Gol A Gong
Traveler, Author



