Senin 22 Desember, saya akan memulai Safari Literasi ke IndoChina, Asia Tengah, Eropa Timur, UEA, dan Asia Tenggara. Start ke Bangkok bersama SIP Publishing mengadakan pelatihan menulis catatan perjalanan (travel writing).

Saya beberapa kali ke Thailand; Bangkok, Pattaya, Ayyutaya, Chiang May, Chiang Ray. Tahun 1990, 2000, 2012, 2015, 2017. Saya pernah lama di Bangkok sekitar 3 bulan dan menulis novel Bangkok Love Story (Gramedia, 1994).

Saya paling suka suasana pagi di Thailand. Saya selalu menikmati food streetnya untuk sarapan. Juga menyaksikan para monk atau biksunya, yang berjalan seperti orang Baduy. Mereka berhenti di setiap rumah, menerima sedekah dari orang-orang.
Tapi, hati-hati, ada yang boleh dan tidak boleh dilakukan wisatawan di Thailand. Ada “5 Jangan” yang harus kita:

  1. Jangan pernah mengarahkan telapak kaki Anda ke arah patung Buddha atau biksu.
  2. Jangan menyentuh patung Buddha di kepala.
  3. Beri jalan kepada biksu saat berjalan di trotoar
  4. Jangan duduk di samping mereka di transportasi umum.
  5. Jangan menyentuh biksu atau barang-barangnya juga, itu merupakan hal yang tabu bagi perempuan.

Saya pernah beberapa kali tidur di kuil mereka. Ibarat pesantren. Saya diberi kamar. Ditunjukkan arah kiblat dan dijamu makan yang halal. Dn saya harus hati-hati ketika berinteraksi dengan mereka, kuatir melanggar “5 Jangan’ itu.

Gol A Gong

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==