Lagu Kebangsaan Tiongkok dan Nasionalisme

12 Januari 2026:

“Kamu tidak nasionalis, Gong!”
Beberapa orang menyerangku dengan kalimat seperti itu ketika Gong Traveling aktif (2010-2015). Itu program unggulan yang membawa relawan Rumah Dunia melihat dunia. Tahap “memindahkan dunia ke rumah lewat jurnalistik, sastra, dan film” sudah berakhir.

Kegiatannya traveling sambil nulis buku. Aku tawarkan paket wisata ke Singapura, Malaysia, Thailand, dan Kamboja. Mereka membayar dan pulangnya menulis kemudian dibukukan Gong Publishing. Laku keras. Tapi Covid-19 menghentikan program itu.

Sekarang aku, Jordy-Natasha berada di ruang publik Old Street, Kunming, Yunan, Tiongkok. Kami get lost. Titik pertama tadi exit di stasiun subway Jinguijie; ada Flower Market Donant. Sekarang keluar di stasiun subway Wuyi Road. Kak Yeni dan Nabila memandu lewat HP.

Kami temukan hidden gem lainnya. Old street atau kawasan tua. Bangunan tua ala Tiongkok berjejer. Kios-kios modern yang instagramable bertebaran sehingga terjadi harmonisasi antara modern dan tradisional.

Orang-rang berjubel menghabiskan waktu dengan kulineran, membeli souvenir, dan beraktivitas lainnya. Ini kota provinsi pertama yang aku, Jordy-Natasha kunjungi dalam Literacy Journey 12 Negara. Sayang, pelatihan menulis travel writing bersama PPI Kunming batal karena salah komunikasi.

Tiba-tiba aku tertarik dengan orang-orang yang berfoto di samping biola. Aku kirimkan fotoku kepada Yeni lewat WA. Ternyata mereka berfoto di museum komposer lagu Tiongkok terkenal yang lahir di Kunming.14 Februari 1912. Dia Nie Shouxin atau  Nie Er, pencipta lagu kebangsaan Tiongkok, “Mars Para Relawan” (March of the Volunteers). Dia wafat 17 Juli 1935, di Jepang pada usia muda, yaitu 23 tahun. 

Aku jadi teringat soal “nasionalisme” yang dituduhkan beberapa kawan tadi karena membuang rupiah lewat Gong Traveling di negeri orang. Padahal itu adalah metode dalam meningkatkan kapasitas relawan Rumah Dunia.

Ah, jangan bicara soal nasionalisme. Pada 1989, aku pernah menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mengerek bendera merah-putih 2 kali lebih tinggi dari bendera negara lain di Jepang.

Gol A Gong
Traveler, Author
*) Kamar Hotel Chongqing

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==