Buku akuntansi itu diisi dengan tulisan latin dan miring. Alat tulisnya adalah pena, yang memiliki tabung untuk isi tinta, dan ujung pena dari logam yang terbelah. Ada bulatan di bagian ujungnya, di situlah tinta berkumpul dan menetes mengikuti tarikan tangan penulisnya.
Aku tahu cara kerjanya karena sejak pertama melihat pena itu, aku jatuh cinta dan ketagihan menulis dengannya. Sejak itu botol tinta cepat sekali habis, kupakai untuk mengisi tabung pena. Sesekali terbuang karena akĺu tidak hati-hati menutup tabung dan tinta meluber di atas kertas. Lama-kelamaan aku terampil menggunakannya dan tidak ada lagi kejadian tinta terbuang.

Bapakku yang mulai sibuk bekerja keluar kota sebagai wartawan makin jarang meneruskan menulis di buku hariannya. Aku diam-diam mencoba meneruskan menulisnya, dengan topik seputar bapakku sendiri. Jadi buku harian itu berisi beberapa lembar tulisan tentang kakek nenekku dari pihak bapak, dan selang dua halaman berikutnya adalah tentang bapakku.
Tahu sendirilah ya tulisan anak SD yang bercerita tentang bapaknya yang sering keluar kota untuk bekerja. Kekaguman dan kekesalan bercampur di situ. Tiap bapakku berangkat keluar kota, aku menuliskan di buku harian itu. Juga oleh-oleh yang dibawa saat bapakku pulang. Aku menulis dengan huruf latin dan miring, mengikuti gaya tulisan bapakku. Di sekolah aku sangat suka pelajaran menulis halus, jadi di buku harian itu aku menemukan tempat untuk praktik.
Dengan pena seperti itu, tulisan yang dihasilkan berwarna lebih gelap pada bagian yang tertekan tinta lebih keras. Itu masya Allah, indah banget. Allahumma baarik ‘alaih.

Seingatku selama beberapa bulan saja aku menulis di buku itu. Pena lama yang kugunakan tidak bekerja dengan baik. Aku lupa sebabnya, tahu-tahu ujung logamnya penyok sedikit, membuat tinta tak dapat ditahan oleh ujungnya. Aku pernah mencoba meneruskan dengan bolpen biasa yang menggunakan per, tapi sensasi menulisnya sudah berbeda. Akhirnya aku berhenti melanjutkan kisah bapakku dan pekerjaannya sebagai wartawan.
Saat dewasa, aku mencoba mencari lagi buku itu, tapi tidak ketemu. Padahal itu bisa jadi harta karun cerita, ya. ![]()



