Alhamdulillah, wawancara berjalan dengan lancar. Pada kesempatan itu aku juga bertemu dengan Irene Camelyn Sinaga, Direktur Jaringan dan Pembudayaan BPIP, yang ikut mengantar Gubernur Sumatera Barat ke mobil dinasnya.

Irene merupakan salah satu panitia acara Silaturahmi Daerah Sumatera Barat yang digagas BPIP. Aku yang ingin tahu tentang maksud dan tujuan acara ini langsung meminta waktunya untuk diwawancara. Aku senang karena beliau bersedia meluangkan waktu di tengah-tengah kesibukannya mengatur acara agar berjalan lancar.

Aku menghidupkan camera Cannon DSLR Eos 800D-ku. Perempuan berkacamata itu langsung menuturkan bahwa acara Silaturahmi Daerah Sumatera Barat ini adalah acara gotong-royong, acara silaturahmi sebagai etika budaya bangsa Indonesia. Ia menjelaskan bahwa ketika kita akan bersama-sama merawat Indonesia, maka dimulilah dengan silaturahmi.
“Tujuan silaturahmi ini adalah untuk mempererat silaturasa, silatufikir yang nantinya akan menjadi karya-karya bersama,” tutur Irene sambil membetulkan kerudung hitam sampirnya.

Di pelataran gedung Istana Bung Hatta, Irene mengatakan bahwa Sumatera Barat telah memberikan banyak sekali sumbangsih pemikiran sebelum, dan pada saat Indonesia merdeka hingga saat ini.
“Konstruksi Indonesia berdiri dari pemikiran-pemikiran yang banyak sekali lahir dari Sumatera Barat, untuk itu BPIP belajar, bersilaturahmi, bertanya, dan menampung banyak hal untuk bagaimana menciptakan ekosistem tata kelola yang dulunya dirawat oleh para pendiri bangsa,” jelas Irene penuh semangat.

Irene berkeyakinan bahwa Indonesia dengan ribuan pulau, budaya, bahasa, serta agama yang berbeda-beda tidak mungkin bisa disatukan jika tidak ada Pancasila. Melalui kegiatan ini Irene berharap dapat menumbuhkan nilai-nilai Pancasila ke seluruh lapisan masyarakat.
“Kita tadi telah mendengarkan bakaba atau dialog kebangsaan, kami mengharapkan bakaba tidak hanya dilakukan di nasional atau provinsi, kalau bisa RT-RW di akar rumput pun melakukan civic education, karena Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, suku, agama, dan bahasa ini tidak mungkin kalau tidak disatukan oleh Pancasila,” tutur Irene.
Irene menambahkan bahwa Pancasila harus berterima kasih kepada Bung Hatta, yang merupakan proklamator kemerdekaan dari Sumatera Barat.
“Kalau tidak ada Bung Hatta maka tidak finallah Pancasila itu. Itulah yang kami lakukan di sini. Menapak tilas kembali, di bulan kemerdekaan ini kita kembali mengingat bahwa Indonesia harus berterimakasih kepada Sumatera Barat,” jelas Irene. *


