Taman Hutan Juanda ini jika memotong jalan, lokasinya persis di belakang galeri tempat kami berkegiatan hampir seminggu.

Kami – para peserta Residensi Permainan Rakyat, jalan-jalan ke lokasi tersebut sejak pukul 06.15 WIB dimana udara di Dago Pakar ini masih sangat dingin. Tentu itu karena banyak pohon besar dan berumur tua, sehingga udara jadi bersih dan dingin.

Dagor Pakar yang pada setiap weekend selalu menjadi salah satu titik tujuan wisata di Bandung, memiliki udara yang sangat dingin khususnya malam hari hingga pagi.
Saat masih dingin ini wajib rasanya untuk segera beraktivitas agar tak mudah kedinginan atau sakit. Aktivitas jalan kaki ke Taman Hutan Juanda jadi pilihan yang masuk akal dan menyenangkan, apalagi bagi kami yang berasal dari daerah panas seperti Lampung, Pontianak, Lombok, Jepara dan Larantuka. Kami belum pernah ke tempat ini.

Dipandu Kang Cecep dari Komunitas Hong, selain berkeliling kami diajak ke Goa Jepang dan Goa Belanda.
Memasuki dua goa tersebut seperti menapak tilas sejarah, bagaimana goa ini dibangun, kita hanya bisa membayangkan. Saat itu peralatannya belum selengkap dan secanggih sekarang. Pasti hanya menggunakan peralatan seadanya seperti cangkul dan linggis.



