Juanda S.Sos: Kepala Dusun Suka Maju Jambi yang Konsen pada Pendidikan

Saya pun tertarik untuk mewawancarainya lebih dalam terkait program di sana dan juga bagaimana awal mula sehingga Juanda terpilih menjadi Kepala Dusun di Suka Maju, Jambi.

Juanda, pria kelahiran Sarolangun 19 Januari 1996 ini ternyata menjadi Kepala Dusun Suka Maju sejak 2019. Juanda berhasil menyisihkan 5 lawan calon lainnya. Di umurnya yang masih 26 tahun, ia tercatat sebagai Kepala Dusun Suka Maju termuda.

Juanda bercerita, ia akhirnya maju sebagai Kepala Dusun, lantaran melihat pendidikan yang masih minim di daerahnya.  “Awal mula itu timbul dari sebuah kegelisahan yang menurut kacamata saya, di dusun ini sangat minim soal pendidikan. Berangkat dari sana, saya pelan-pelan membangun sebuah peradaban soal pendidikan. Saya memberanikan diri untuk mencalonkan dengan membawa misi soal pendidikan kepada masyarakat, dengan 5 calon waktu itu saya berkontestasi maju di Pemilihan Kepala Dusun. Alhamdulillah saya terpilih dan dipercaya masyarakat untuk membangun pendidikan mulai dari tingkat Paud, TK, dan Madrasah. Insya Allah tahun 2023 akan dibangun untuk pendidikan Sekolah Dasar,” kata Juanda saat dihubungi wartawan, Jumat (19/8/2022).

Untuk pembangunan SD, lanjut Juanda, baru dipersiapkan lahan desa seluas satu hektare. Saat ini masih dalam proses pengurukan. “Tinggal menunggu realisasinya saja,” lanjutnya.

Di Dusun Suka Maju, Juanda menjelaskan terdiri  dari 2 RW, satu anggota Badan Pengawas Desa (BPD),  Ketua pemuda, ketua Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) dan kader posyandu sebanyak 5 orang.

Selain program pendidikan dalam memajukan desa, Juanda menambahkan, program lainnya adalah ketahanan pangan untuk menunjang kebutuhan masyarakat. “Contohnya membuat lahan perkebunan kelapa sawit sebesar 2 hektare yang dikelola oleh masyarakat dan nanti hasilnya akan dikembalikan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDES), guna membantu kebutuhan tenaga pengajar honorer, seperti guru ngaji, madrasah dan pegawai syara,” jelas suami dari Herlina Widiati ini.

Saat ditanya suka-duka dalam memimpin Dusun Suka Maju, Juanda mengaku, pelan-pelan masyarakat dan generasi muda mulai sadar akan pentingnya pendidikan.

“Selain itu juga masyarakat sekarang sudah mulai terbangun dari tidurnya melihat kemajuan zaman. Kalau dukanya, banyak. Cuma yang sering membuat kita down terkadang ialah ketika melihat masyarakat yang susah diajak bersama-sama untuk menebar kebaikan. Serta yang paling pusing itu ialah ketika bantuan turun. Karena ada saja yang komplain. Namun itulah konsekuensi jadi seorang pengurus. Benarnya saja salah, apalagi salahnya,” pungkasnya. *

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==