30 tahun lalu, persis di kaki Gunung Pulosari, saya lahir. Hilman Irmansyah kemudian menjadi nama yang dipilih oleh orangtua saya sebagai penanda seumur hidup. Namun, karena perjalanan di panggung kepenulisan, kemudian nama itu saya poles menjadi Hilman Lemri karena saya kira nama ini memberi energi lain. Saya lahir dan hidup dalam tradisi intelektual di Kecamatan Menes yang sudah tinggi, karena ada perguruan Islam Mathla’ul Anwar (bahasa Arab, yang artinya tempat lahirnya cahaya), dan tentunya salah satu basis besar Nahdlatul Ulama.

Halaman: 1 2

