Keesokan harinya, aku kerja di Wiem Law Firm. Di sana aku bertugas sebagai Sekretaris Admin. Aku bertemu dengan Pak Yoko, ia sebagai Office Boy. Mbak Ghea (managing director), Mba Indri (Admin), Beatrish (Asisten Lawyer), I Kadek (Junior Lawyer) dan Widia (Junior Lawyer). Mereka semua adalah rekan kerja yang baik dan menyenangkan. Aku juga mendapatkan pengetahuan baru tentang hukum. Serasa seperti kuliah lagi.

Aku diarahkan oleh Mba Indri untuk membuat laporan keuangan Wiem Law Firm. Aku langsung mengerjakannya. Setelah itu aku membuat flyer ucapan memperingati hari batik nasional 2023. Aku sangat menikmati profesiku ini. “Pahit manis, aku reguk,” kata guruku Mas Gong.

Sepulangnya dari kantor, aku menyempatkan diri untuk sholat maghrib berjamaah di Masjid Al-Mutaqqin di dekat kosan. Kemudian setelah salat ada pengajian kitab Aqidatul Awam hingga menjelang isya. Setelah bakda Isya, aku mendapatkan teman kenalan dari Banten. Kang Andri dari Barugbug, Padarincang dan Pak Yadi dari Saketi. Alhamdulillah mereka baik semua.


Ketika di perantauan seperti ini, aku ingat quotes guruku, Gol A Gong, “Lelaki harus pergi tetapi juga harus pulang, karena ada yang mengasihi dan dikasihi!”



